Ini Kelemahan Kurikulum 2013

TEMPO.COYogyakarta – Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan pertemuan untuk membahas rumusan usulan perbaikan draf kurikulum 2013 pada Senin, 10 Desember 2012. Anggota Dewan Pendidikan DIY, Profesor Buchori, mengatakan pertemuan itu menemukan sejumlah kelemahan draf kurikulum 2013 yang perlu segera diperbaiki sebelum isinya diberlakukan. “Paling penting ialah harus ada dulu hasil analisis evaluasi pada penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang berlaku sebelumnya,” ujar dia, seusai pertemuan tersebut kepada Tempo.

Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta itu menjelaskan, Dewan Pendidikan DIY menilai evaluasi pada penerapan kurikulum lama penting agar bisa menjadi panduan dalam penyusunan serta implementasi kurikulum baru. Salah satu yang disoroti, kata dia, ialah kapasitas guru yang rendah dalam menyusun kurikulum di tengah aktivitas mengajarnya. “Selama ini banyak guru kesusahan mengubah kebiasaan dari menerima isi kurikulum apa adanya lalu tiba-tiba diminta menyusun KTSP. Apalagi di kurikulum 2013 prinsipnya integrasi, banyak materi,” ujar dia.

Menurut Buchori, Dewan Pendidikan DIY juga mengusulkan integrasi pelajaran IPA dan IPS di kurikulum sekolah dasar harus memperhatikan kesesuaiannya dari sisi rumpun pelajaran. Dia mencontohkan IPA lebih mudah diintegrasikan ke pelajaran matematika, sementara IPS cocok diintegrasikan ke PPKN. “Skema seperti ini memudahkan guru ketimbang mewajibkan integrasi pada semua pelajaran. IPA atau IPS tentu susah diintegrasikan ke Bahasa Indonesia karena beda rumpun keilmuan,” kata Buchori.

Tema penting lain yang menjadi sorotan Dewan Pendidikan DIY ialah wacana penambahan jam pelajaran siswa di sekolah. Kata Buchori, wacana ini harus dipertimbangkan kembali oleh Kemendikbud karena saat ini saja jam belajar siswa sudah cukup membebani mereka. “Misalnya, di luar Jawa dan kawasan pedesaan, banyak pelajar terbiasa bantu orang tua, dan transportasi ke sekolah jauh,” ujar dia.

Dia menambahkan, wacana penambahan jam pelajaran ini juga mengesampingkan kebutuhan siswa untuk mendapatkan pendidikan di lingkungan keluarga dan sosial sekitarnya. Pertimbangan ini mengingat siswa harus didorong mengembangkan banyak ragam kecerdasan, mulai dari kecerdasan kognitif, emosional, sosial, hingga spiritual. “Rencana penambahan jam pelajaran ini perlu dikaji ulang,” ujar dia.

Dewan Pendidikan DIY, kata Buchori, juga mencermati risiko penghapusan pelajaran IPA dan IPS dalam Kurikulum SD 2013. Kata dia, pengajaran dua pelajaran itu muncul dalam amanat UU 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Sementara kurikulum 2013 rencananya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang notabene berada di bawah jenjang dua peraturan di atas. “Kami khawatir ini berisiko, karena jika adajudicial review pada kurikulum ini, akan berpotensi dikabulkan dan membuat energi kita dalam menyiapkan kurikulum itu sia-sia,” ujar Buchori.

Ketua Dewan Pendidikan DIY, Wuryadi, menambahkan, hasil pertemuan itu sedang digodok menjadi rumusan usulan resmi lembaganya dalam uji publik draf kurikulum 2013. Isinya menyoroti banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah agar penerapan draf kurikulum yang melanjutkan semangat KTSP itu bisa mencapai target maksimal. “Rencananya Jumat resmi kami sampaikan,” kata dia.

 

Apa Kelebihan Kurikulum 2013?

Setelah digulirkannya Uji Publik Kurikulum 2013 yang akan menggantikan KTSP dan akan efektif diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2013, sudah lebih dari lima kali saya membaca bahan Uji Publik tersebut karena saking pensarannya ingin mengetahui Apa Kelebihan Kurikulum 2013?

Sebatas kemampuan dan kebodohan saya, ada pemikiran yang mendorong saya untuk merasa perlu menulis disini :

1. Perlunya sebuah evaluasi sebelum mengganti.

Saya dan semua bapak ibu guru pasti masih ingat betul, pada Tahun 2006 begitu “dicaci makinya”  Kurikulum 2004 dan “satria piningit”nya adalah KTSP, metode ceramah dianggap barang “haram”dan “tabu”. Bukankah keadaan itu berulang? dengan calon “Batman”nya adalah Kurikulum 2013.

Evaluasi kurikulum tentu sangat diperlukan dengan alat ukur yang pasti dan disepakati kemudian disampaikan kepada publik keberhasilan dan kegagalannya. Saya misalkan hasil evaluasi seperti ini : Dengan menggunakan KTSP ternyata 30 % lulusan SD menjadi pencuri, 60 % menjadi tukang bohong dan hanya 10 % yang berperilaku baik. Kesimpulannya perlu merubah KTSP.

Setiap ganti kurikulum sudahkah dilakukan seperti itu?

2. Guru dan sekolah bukan satu-satunya pembentuk karakter anak atau siswa.

Kalau alokasi APBN untuk pendidikan 20 % itu bisa jadi guru dan sekolah juga memilki andil hanya 20 % dalam pembentukan karakter seorang anak/siswa.

Yang cukup menarik pada bahan uji publik : Alasan Pengembangan Kurikulum (Slide 17)

Fenomena Negatif yang Mengemuka

 

    • Perkelahian pelajar

 

    • Narkoba

 

    • Korupsi

 

    • Plagiarisme

 

    • Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)

 

  • Gejolak masyarakat (social unrest)

Apakah Kurikulum atau KTSP atau guru selama ini menjadi bagian dari penyebab Fenomena tersebut? Jika ada guru memukul siswa pastilah bukan dalam konteks mengajari siswa untuk berkelahi.

Fenomena tersebut menurut saya bukanlah hasil dari kurikulum dan hasil pekerjaan guru, tetapi lebih pada konteks pribadi dan masyarakat. Saya yakin seyakin-yakinnya tidak ada guru mengajari berbohong, menyontek, dan perbuatan keji lainnya.

Guru bagi anak bukan hanya guru riil di sekolah, melainkan orang tua, teman dekat, masyarakat, pejabat, artis, tokoh idola, youtube, facebook, twitter, google, handphone,dan lain-lain. bermain PS pasti lebih mengasyikkan dibanding duduk tafakur di dalam kelas. Dan tidak ada satupun guru di sekolah yang mampu memainkan peran untuk kesemuanya itu.

Jadi apa Kelebihan Kurikulum 2013? sampai saat saya menulis ini, saya belum bisa menemukan Kelebihan Kurikulum 2013 yang akan segera diberlakukan itu. Mungkin saya harus membaca 5 kali lagi untuk bisa menemukan Kelebihan Kurikulum 2013.

http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/06/apa-kelebihan-kurikulum-2013-514421.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s