Ringkasan Adzan dan Iqomah

Azan dan Iqomah

Azan adalah panggilan shalatn atau tanda waktu shalat sudah masuk. Azan dilakukan sebelum shalat. Azan hukumnya sunnah muakkad (diutamakan) untuk shalat fardhu, baik dikerjakan sendirian maupun berjamaah. Perintah Azan sesuai dengan hadis nabi yang artinya;    “ apabila hadir (waktu) shalat, seorang dari kamu azan buat kamu “ (H.R. Tujuh Ahli Hadis)

Orang yang mengumandangkan adzan disebut MUADZIN. Suara muadzin sebiknya nyaring dan merdu dan dilakukan dengan posisi berdiri dan menghadap kiblat.  Berikut ini lafal adzan

kalimat adzan   Allahu Akbar Allahu Akbar. 2x
Artinya: Allah Maha Besar Allah Maha Besar.
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah. 2x
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.
        Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. 2x
Artinya: Aku Bersaksi Bahwa Nabi Muhammad utusan Allah.
         Hayya’ Alash Shalaah. 2x
Artinya: Marilah kita dirikan shalat.
          Hayya’ Alal Falaah. 2x
Artinya: Marilah kita menuju Kemenangan.
          Allaahu Akbar Allahu Akbar. 1x
Artinya: Allah Maha Besar Allah Maha Besar.
            Laa Ilaaha Illallaah. 1x
Artinya: Tiada tuhan selain Allah.

Pada Adzan Subuh, setelah mengucapkan Hayya’ Alal Falaah) diucapkan lafal:
Ash Shalaatu Khairum Minan Naum.
Artinya: Shalat itu lebih baik dari pada tidur.

Pada saat mengucapkan lafal “Hayya’ Alash Shalaah” disunatkan berpaling ke kanan, Sedangkan pada saat mengucapkan lafal “Hayya’ Alal Falaah” disunatkan berpaling ke kiri.

Iqamah adalah pemberitahuan kepada orang-orang bahwa shalat akan segera  dilaksanakan. Lafal adzan sama dengan lafal iqamah, hanya saja iqamah diucapkan masing-masing sekali          ( adzan 2x), dan diantara kalimat ke-5 dan ke-6 ditambah kalimat qod qomatis shalah (2x)  yang artinya: shalat segera dimulai. Bacaan iqamah juga diucapkan dengan lebih lebih cepat dan lebih pelan darpada adzan.

Syarat-syarat Muadzin

  1. Islam       2.   Laki-laki        3. Wudlu    4.  Disunahkan dengan suara nyaring dan merdu.

Kita(yang mendengar) disunahkan membalas jawaban muadzin dengan lafal yang sama, kecuali lafal haaya alas shalah dan hayya alal falah kita balas dengan ucapan laa haula wala quwwata illa billah.                                                                                                                                                                                    Adzan mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah. Yang merupakan hasil musyawarah dari beberapa usul dengan menggunakan  TEROMPET, LONCENG, API.  Lafal adzan tersebut diperoleh dari mimpinya Abdullah bin Zaid dan  Umar yang kemudian di setujui oleh Nabi Muhammad SAW. Dan Muadzin pertama yang terkenal adalah Bilal Bin Rabah (seorang budak).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s