perbedaan Wakaf, Hibah, dan Hadiah  

download

  1. Waqaf (al-waqfu), menurut bahasa artinya “al-habsu” yaitu menahan atau tahanan. Waqaf menurut istilah syara’ ialah menahan harta benda tertentu yang dapat diambil manfaatnya sedangkan bendanya masih tetap, dan benda itu diserahkan kepada badan/orang lain debfab naksud untuk mendekatkan diri kepada Allah dan benda tersebut tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Wakaf ialah menahan suatu benda yang kekal zatnya, yang dapat diambil manfaatnya guna diberikan di jalan kebaikan.

Dasar Hukum

Firman Allah SWT:

dan perbuatlah kebajikan, supaya kamumendapat kemenangan” (Al Hajj:77)

 “kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya” (Ali Imran:92).

Sabda Rasulullah Saw:

Sesungguhnya Umar telah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar. Umar bertanya kepada Rasulullah Saw “Apakah perintahmu kepadaku yang berhubungan dengan tanah yang aku dapat ini?” jawab beliau “Jika engkau suka, tahanlah tanah itu dan engkau sedekahkan manfaatnya.” Lalu dengan petunjuk beliau itu Umar sedekahkan manfaatnya dengan perjanjian tidak boleh dijual tanahnya, tidak boleh diwariskan (diberikan), dan tidak boleh dihibahkan,” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Inilah mula-mula (wakaf) yang masyhur dalam Islam. Kata Imam Syafi’i, “Sesudah itu 80 orang sahabat di Madinah terus mengorbankan harta mereka dijadikan wakaf pula.

2.  Hibah ialah pemberian harta dari seseorang kepada orang lain dengan alih pemilikan untuk dimanfaatkan sesuai kegunaannya dan langsung pindah pemilikannya saat akad hibah dinyatakan.

Menurut madzhab Syafi’i hibah mengandung dua pengertian yaitu:

a. Pengertian khusus adalah pemberian bersifat sunnah yang dilakukan dengan ijab qabul pada waktu Pemberi masih hidup. Pemberian yang tanpa maksud untuk menghormati atau memuliakan seseorang dan mendapatkan pahala dari Allah atau karena menutup kebutuhan orang yang diberikannya

b.  Pengertian umum adalah hibah dalam arti luas yang mencakup hadiah dan shodaqoh.
Walaupun rumusan definisi yang dikemukakan oleh keempat madzhab tersebut berlainan redaksinya namun intinya tetaplah sama yaitu hibah adalah memberikan hak memiliki sesuatu benda kepada orang lain yang dilandasi oleh ketulusan hati, atas dasar saling membantu kepada sesama manusia dalam hal kebaikan

Dasar Hukum

Hibah adalah seperti hadiah, Hukum hibah adalah mubah ( boleh ), sebagaimana sabda Rasulullah sebagai berikut :
Artinya : “Dari Khalid bin Adi sesungguhnya Nabi SA W telah bersabda “siapa yang diberi kebaikan oleh saudaranya dengan tidak berlebih-Iebihan dan tidak karena diminta maka hendaklah diterima jangan ditolak. Karenasesungguhnya yang demikianitumerupakanrizki yang diberikanoleh Allah kepadanya”. (HR. Ahmad)

Karena keduanya merupakan perbuatan baik yang di anjurkan untuk dikerjakan. Firman Allah SWT:

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.(Q.S. Al-Imran:92)

3. Hadiah adalah memberikan sesuatu secara cuma-cuma dengan maksud untuk memuliakan seseorang karena sesuatu kebaikan yang telah diperbuat. Dengan kata lain, hadiah berfungsi sebagai imbalan jasa dengan jumlah tidak ditentukan terlebih dahulu antara pemberi dan penerima.

Dasar hukum

Sabda Rasulullah SAW:” dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW telah bersabda:’ sekiranya saya di undang untuk makan sepotong kaki binatang pasti akan saya kabulkan undangan tersebut, begitu juga kalau sepotong kaki binatang dihadiahkan kepada saya tentu akan saya terima’.”

Dan di hadis yang lain menceritakan bahwa Nabi sendiri pun juga sering menerima dan memberi hadiah kepada sesama muslim. Sebagaimana sabdanya yang artinya“Rasullullahmenerimahadiahdanbeliauselalumembalasnya “ (HR. Al-Bazzar)

Berdasarkan hadis diatas, dapat di simpulakn bahwa hukum hadiah adalah diperbolehkan dan akan di terima Allah SWT dengan syarat berikut :

  1. Diundang untuk hadir di tempat undangan, maka hadiah yang diberikan hendaklah di terima.
  2. Hadiah yang diberikan adalh untuk kebaikan.
  3. Tidak berlebih-lebihan (tidak boros) sebab mudaratnya lebih besar dari manfaatnya.
  4. Hadiah tersebut bukan untuk pemintaan, tetapi tumbuh dari hati  nuraninya sendiri.
  5. Tidak diperbolehkan menolak hadiah.
  6. Pemberian berupa sesuatu yang di ridhai Allah SWT, bukan pemberian yang dibenci/ dilarang Allah SWT.

Persamaan, Perbedaan, dan Manfaat Wakaf, Hibah, dan Hadiah

a.       Persamaan

·         Wakaf, hibah, dan hadiah merupakan wujud kedermawanan yang dimiliki seseorang atau suatu kelompok dalam organisasi.

·         Wakaf, hibah, dan hadiah diberikan secara cuma-cuma tanpa mengharapkan pemberian kembali dalam bentuk atau wujud apa pun.

b.      Perbedaan

·         Wakaf, untuk mengharap ridha Allah Swt.

·         Hibah, memberikan barang dengan tidak ada tukarannya dan tidak ada sebabnya.

·         Hadiah diberikan kepada seseorang senbagai imbalan jasa atau penghargaan atas prestasi yang dicapai (hedak memuliakan).[13]

 

Manfaat Bagi Orang yang Berwakaf, Memberi Hibah, dan Hadiah

a.       Dapat mengurangi beban hidup pihak yang diberi, khususnya bagi keluarga yang miskin

b.      Mempererat hubungan batin (persahabatan) antara pihak yang memberi dan yang diberi

c.       Terjalinnya hubungan persaudaraan antara pemberi dan penerima

d.      Semakin berkurangnya jurang pemisah antara orang yang hidu berkecukupan dengan orang yang serba kekurangan

e.       Terwujudnya kerukunan hidup bertetangga dan bermasyarakat

f.       Memberi kemaslahatan hidup dari kalangan orang yang berprestasi (khususnya pemberi hadiah)

g.      Dapat memberikan manfaat kepada orang lain agar bisa mengembangkan kehidupannya sehingga mencapai taraf hidup yang lebih baik

h.      Dapat menumbuh kembangkan sikap hidup gotong royaong dan tolong menolong pada waktu kesusahan atau sedang menghadapi kesulitan.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s