Ulasan Buku – Gurunya Manusia: Guru Yang Mencerdaskan Setiap Siswa

Menyoroti penyelenggaraan pendidikan oleh sekolah, kompetensi guru dipandang sebagai faktor penting dalam upaya memanusiakan manusia. Menemukan dan mengasah potensi siswa serta menumbuhkan kesadaran mereka sebagai rahmat bagi semesta merupakan bagian dari tugas mulia seorang guru. Agar dapat menunaikantugas tersebut maka kematangan spiritual, mental dan pengetahuan guru menjadi prasyarat agar guru dapat selalu meneladankan sikap belajar yang positif. Pesan inilah yang seolah ingin disampaikan oleh Munif Chatib melalui buku keduanya.

Penulis best seller Sekolahnya Manusia kembali menggelitik kesadaran para guru untuk selalu mengembangkan kemampuan diri melalui Gurunya Manusia yang diterbitkan oleh Kaifa, 2011. Buku ini merupakan refleksi atas sepuluh tahun pengalaman beliau membangun sekolahnya manusia. Tak sekedar mengkritis tentang lemahnya sikap mental dan metodologi yang dimiliki oleh guru ditanah air, penulis yang juga pernah menjadi murid Bobbi de Potter ini menawarkan berbagai solusi praktis atas permasalahan-permasalahan dalam pengelolaan kelas dan pengembangan materi ajar.

Tak berbeda dengan buku sebelumnya, Gurunya Manusia menyoroti pengelolaan pembelajaran yang dibingkai Kecerdasan Majemuk. Dengan mengapresiasi perbedaan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa, guru dapat mengadaptasikan strategi mengajarnya sehingga siswa mampu merekonstruksi nilai-nilai pengetahuan sesuai dengan potensinya masing-masing.  Tak sekedar konsep, Munif Chatib jugamengisahkan berbagai contoh penerapannya di kelas yang didasarkan atas kejadian nyata yang beliau alami.

Pada bagian awal, Munif Chatib bertutur tentang berbagai respon yang ia terima atas upayanya membangun sekolahnya manusia. Bagian tersebut akan membawa pemahaman pembaca ataspentingnyaupaya mengambangkan kompetensi guru.Berdasarkan pengalaman penulis sebagai konsultan pendidikan, penulis kemudian memberikan solusi atas kendala yang menghalangi langkah guru untuk menyengajakan diri belajar. Selanjutnya, penulis juga mengingatkan pembaca tentang teori apersepsi. Tak lupa, penulis menyisipkan penjelasan tentang gelombang otak dan berbagai ide segar yang dapat diadaptasikan untuk mengawali pembelajaran.

Pada bagian lain, buku ini diperkaya dengan tulisan tentang strategi Kecerdasan Majemuk.Pembaca akan dipahamkan dengan beberapa istilah seperti pendekatan, metodologi, tehnik dan strategi. Penting bagi guru untuk mengetahui dan mencobakan berbagai strategi: diskusi, action research, klasifikasi, analogi, identifikasi, sosiodrama, penokohan, flash card, gambar visual, papan permainan, wayang, applied learning, movie learning, environment learning maupun service learning. Strategi-strategi tersebut ditulis lengkap dengan kelebihannya, prosedur, contoh hingga kaitannya dengan teori kecerdasan majemuk. Gurunya Manusia juga dilengkapi dengan penjelasan ringkas bagaimana guru dapat menyusun lesson plan kreatif beserta contohnya. Pembahasan teori serta contoh penerapannya menjadikan buku ini sangat layak dibaca oleh seluruh guru di tanah air.

Namun yang menjadi poin penting adalah tergugahya kesadaran guru untuk memanajemeni diri dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya sehingga mampu mengadaptasi konsep dan solusi yang ditawarkan penulis. Tanpa kesadaran ini, maka buku yang sarat pengetahuan ini hanya akan senilai dengan tumpukan kertas using setebal lebih dari 250 halaman.

(Widie Dewantara – Menjelang Shalat Ashar – Kamar Inspirasi)

Iklan

Review Buku Sekolahnya Manusia Munif Chatib

Sekolahnya Manusia, Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di Indonesia

 Gambaran Umum Buku Sekolahnya Manusia

Buku Sekolahnya Manusia menyoroti pendidikan formal di Indonesia yang berbentuk sekolah. Dalam hal ini yaitu peran sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan di lapangan baik secara teknis maupun praktis.

Munif Chatib, penulis buku ini mengatakan banyak sekolah yang sadar atau tidak malah membunuh banyak potensi siswa-siswa didiknya. Beliau memberi judul buku ini Sekolahnya Manusia dikarenakan banyak sekali sekolah di Indonesia ini yang menganut Sekolahnya Robot. Secara singkat Sekolahnya Robot hanya mengajarkan aspek kognitif saja dan hasil atau kualitasnya hanya ditentukan dari tes lisan maupun tertulis. Sedangkan sekolahnya manusia adalah sekolah berbasis Multiple Intelligences, yaitu sekolah yang menghargai berbagai jenis kecerdasan siswa.

Strategi Pembelajaran Multiple Intelligences

Strategi pembelajaran memang memiliki nilai positif lebih banyak ketimbang strategi lainya, setiap guru bebas memilih dan merancang proses pembelajaranya sendiri. Setiap daerah dan bahkan antara sekolah satu dan lainya saling berbeda. Hal ini merupakan keuntungan dalam bidang perencanaan proses pembelajaran sekaligus kelemahanya.

Pelaksanaan strategi Multiple intelligences akan sangat sulit bila menitik beratkan hanya kepada satu kecerdasan, dan itulah yang kerap ditemui para guru. Untuk memudahkan pelaksanaanya, langkah awal haruslah difokuskan pada model aktifitas pembelajaran dahulu, baru setelah itu analisis terhadap aktivitas tersebut berkaitan dengan kecerdasan apa saja. Beberapa aktivitas menarik untuk pembelajaran adalah sebagai berikut:

Ü  Teater Aristoteles

Di sebuah tempat yang rindang dan nyaman, siswa-siswa bergiliran mempresentasikan materi pelajaran yang menurut dia paling sulit, layaknya gaya Aristoteles mengajar murid-muridnya zaman dahulu.

Ü  Movie learning

Sebelum pemutaran film, siswa dibagi beberapa kelompok kemudian diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan film tersebut. Di akhir pertemuan, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan mendiskusikanya bersama-sama.

Ü  Be a Discover

Strategi pembelajaran yang mana setiap siswa mengalami kejadian pembelajaran dengan sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya menemukan makanan kelinci, menjadi kasir dan lain sebagainya.

buku sekolahnya manusiaMerancang Strategi Pembelajaran

Beberapa faktor yang menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam merancang dan mendesain strategi pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan gaya belajar siswa diantaranya:

1)      Paradigma pembelajaran

Pola belajar sejatinya ada dua yaitu: pertama, guru mengajar atau memberikan presentasi; kedua, siswa belajar atau siswa beraktivitas. Proses transfer pengetahuan dalam pembelajaran akan berhasil apabila waktu terlama difokuskan pada kondisi siswa beraktivitas. Proses ini akan lebih cepat apabila didukung dengan suasana yang menyenangkan. Guru harus meyakini bahwa ketika guru mengajar, belum tentu siswa ikut belajar.

2)      Modalitas Belajar

Terdapat tiga macam modalitas yaitu: visual seperti warna, gambar, tabel diagram, grafik peta pikiran dll; Auditorial meliputi bunyi, suara, musik, irama, cerita, dialog, tanya jawab, syair dll; Kinestetik seperti gerak tubuh, emosi, koordinasi dll. Untuk meancang pembelajaran yang terbaik adalah gunakanan modalitas tertinggi yaitu kinestetik dan visual dengan akses informasi melihat, mengucapkan dan melakukan.

3)      Memori Jangka Panjang

Mengaitkan materi yang diajarkan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari yang mengandung keselamatan hidup.

4)      Muatan Emosi yang Kuat

Menyampaikan materi kepada siswa dengan melibatkan emosinya. Hindarkan pemberian materi secara hambar dan membosankan.

5)      Punya Arti

Melibatkan partisipasi siswa untuk menghasilkan manfaat yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh orang lain. Siswa merasa mempunyai kemampuan untuk menunjukkan eksistensi dirinya dengan kata lain perbuatan tersebut memiliki arti yang sangat dalam dirinya.

6)      Diulang-ulang

Menjadi Guru Multiple Intelligences

Guru adalah kunci kualitas sebuah sekolah. Beberapa syarat mendasar untuk menjadi guru profesional adalah:

1)      Bersedia untuk selalu belajar

2)      Secara teratur membuat rencana pembelajaran sebelum mengajar

3)      Bersedia diobservasi

4)      Selalu tertantang untuk meningkatkan kreativitas

5)      Memiliki karakter yang baik